Buku Realitas Penjara Indonesia hadir sebagai rangkuman dan analisis dari hasil pengukuran kualitas pemenuhan hak-hak tahanan dan narapidana serta kelengkapan sarana dan prasarana yang ada di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (Rutan). Buku Realitas Penjara terbagi ke dalam empat seri (Realitas Penjara Indonesia, Realitas Penjara Indonesia 2, Realitas Penjara Indonesia 3, dan Realitas Penjara Indonesia 4) yang disusun berdasarkan perbedaan wilayah dan waktu pelaksanaan survei. Survei dilakukan dengan menggunakan instrumen atau alat ukur yang disusun berdasarkan ketentuan perundang-undangan nasional maupun prinsip-prinsip internasional yang berkaitan dengan kebutuhan tahanan dan narapidana baik laki-laki, wanita, maupun anak selama menjalankan perampasan kemerdekaan.

Survei dilaksanakan pada 15 (lima belas) provinsi di Indonesia yang terbagi ke dalam empat periode, di mana masing-masing provinsi diambil empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) sebagai sampel, dan pada masing-masing UPT yang menjadi sampel, diambil 35 responden dari penghuni dan petugas terkait untuk diwawancarai. Kegiatan survei didasarkan pada kebutuhan peningkatan layanan pemasyarakatan, untuk keperluan perwujudan institusi pemasyarakatan yang lebih baik dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam kapasitasnya sebagai pengawas eksternal. Selain itu, survei ditujukan untuk menggali lebih mendalam tugas dan fungsi pemasyarakatan pada area pelayanan terhadap narapidana dan tahanan serta anak yang berhadapan dengan hukum, berupa proses pembinaan dan rehabilitasi selama berada di lapas maupun rutan.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga alat ukur yang tersusun dalam kuisioner. Pertama, alat ukur kualitas layanan pemasyarakatan. Alat ukur ini digunakan untuk mengetahui persepsi narapidana/tahanan/anak terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka. Kedua, alat ukut kualitas sarana, prasarana, dan layanan pemasyarakatan. Ketiga, alat ukur kualitas sumber daya manusia. Alat ukur ini berfungsi untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan profil UPT seperti kapasitas hunian, jumlah penghuni, data pegawai serta tingkat kematian penghuni.

Dalam buku Realitas Penjara Indonesia kesatu, survei pemenuhan layanan pemasyarakatan dilakukan di lapas dan rutan yang berada di wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Surabaya, dan Palembang. Dalam melaksanakan kegiatan survei, Center for Detention Studies (CDS) dibantu oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, dan Center for Marginalized Communities Studies. Terdapat sebanyak 23 (dua puluh tiga) items yang menjadi perhatian dalam kegiatan survei kali ini, yakni pendaftaran dan penempatan, akomodasi, sanitasi, kebersihan personal, pakaian, tempat tidur, makanan, air, olahraga, kesehatan, kekerasan, hubungan dengan dunia luar, fasilitas peribadatan, informasi perkara, keluhan dan pengaduan, bahan bacaan, latihan kerja dan kerja, pendidikan, pemisahan, reintegrasi sosial, kebutuhan khusus wanita, kebutuhan khusus anak, dan pungutan liar. Hasil survei kemudian dianalisis dan berakhir menjadi rekomendasi sebanyak 13 (tiga belas) butir rekomendasi.